Liverpool 7-0 MU Tragedi Banjir Gol dan Air Mata di Anfield

Liverpool 7-0 MU Tragedi Banjir Gol dan Air Mata di Anfield. JAMGOAL.COM – Manchester United hancur lebur saat melawan Liverpool di Anfield pada pekan ke-26 Premier League 2022/2023, Minggu 5 Maret 2023. MU di bantai tujuh gol tanpa balas.

Liverpool 7-0 MU Tragedi Banjir Gol dan Air Mata di Anfield. JAMGOAL.COM - Manchester United hancur lebur saat melawan Liverpool di Anfield

Liverpool meremukkan MU 7-0. Cody Gakpo, Darwin Nunez, dan Mohamed Salah masing-masing menyarangkan dua gol ke gawang MU, sedangkan pemain pengganti Roberto Firmino menyumbang satu gol.

Kekalahan telak MU di Anfield ini terbilang sangat mengejutkan. Pasalnya, jelang laga, MU sejatinya berada dalam form yang lebih baik daripada tuan rumah.

Sebelum di babat Liverpool, MU tak terkalahkan dalam 11 laga di semua ajang. Mereka bahkan selalu menang dalam empat yang teraktual. Itu termasuk kesuksesan menyingkirkan Barcelona di play-off babak gugur Liga Europa, menjuarai EFL Cup/Carabao Cup, dan menumbangkan West Ham di putaran kelima Piala FA.

Namun, Anfield ternyata masih menjadi tempat yang tidak menyenangkan buat MU.

Dengan hasil tersebut, berarti MU selalu gagal menang dalam delapan lawatan terakhirnya ke Anfield (M0 S3 K5). MU bahkan cuma mampu mencetak total satu gol dalam delapan lawatan terakhir mereka ke markas Liverpool.

Antony Disebut Tidak Berguna saat Manchester United Dibantai 7-0 Melawan Liverpool

Liverpool 7-0 MU Tragedi Banjir Gol dan Air Mata di Anfield

Mantan pemain Manchester City, Micah Richards, mengecam keras penampilan Antony saat kekalahan Manchester United 7-0 menghadapi Liverpool. Menurutnya, pemain bintang Manchester United tersebut seperti tidak bermain untuk tim.

Pertandingan pekan ke-26 Premier League 2022/2023 mempertemukan musuh bebuyutan antara Liverpool dengan Manchester United. Laga besar tersebut berlangsung di Anfield pada, Minggu (5/3/2023) malam WIB.

Bermain penuh sepanjang laga, Antony tidak memberi kontribusi untuk timnya di sisi kanan serangan Manchester United. Dia hanya mampu menciptakan satu shot on target dari satu kali percobaan. Buruknya Antony dalam membantu pertahanan juga menjadi faktor Manchester United di habisi tujuh gol tanpa balas.

“Kadang-kadang, mereka seperti bermain dengan 10 orang karena Antony sama sekali tidak melakukan pekerjaannya di posisinya,” ujar Richards. Simak ulasan Richards selengkapnya di bawah ini.

Tidak Bergunanya Antony

Bermain selama 90 menit, Antony menjadi biang kerok atas di bantainya The Red Devils 7-0 kontra Liverpool. Beberapa gol Liverpool juga merupakan buah kesalahan dari buruknya duel Antony.

Di sisi lain, Komunikasi Antony yang buruk dengan dengan bek kanan Manchester United Diogo Dallot menjadi faktor lainnya. Antony pun jarang sekali turun untuk membantu pertahanan Manchester merah tersebut.

“Tidak ada komunikasi antara Dalot dan Antony,” kata Richards kepada Match of the Day 2 di nukil dari Metro.

“Jika saya jadi Dalot, saya akan berteriak pada Antony untuk datang dan membantu saya. Ketika mereka kehilangan bola, dia hanya berjalan!,” tegasnya.

“Saya tidak tahu apakah itu sebuah taktik (posisi Antony). Bingung dengan apa yang dia lakukan,” tambah Richards.

“Saya tidak tahu apakah karena dia malas atau pelatih menyuruhnya bertahan di depan untuk serangan balik Manchester United,” ungkapnya.

Antony Hanya Seorang Penggertak

Liverpool 7-0 MU Tragedi Banjir Gol dan Air Mata di Anfield. JAMGOAL.COM - Manchester United hancur lebur saat melawan Liverpool di Anfield

Meski telah membuat 13 penampilan Premier League musim ini, dirinya baru mampu mencetak tiga gol tanpa membuat assist. Di kenal juga dengan gocekan memutar 360 derajat, Antony hanya di anggap menggertak ‘bluffer’.

“Kita berbicara tentang pertandingan terbesar untuk Manchester United musim ini. Dia (Antony) benar-benar tidak berguna. Saya pikir dia tidak membantu rekan setimnya,” ujar Richards.

“Ketika saya melihat Antony dengan harga £85 juta pound. Saya pikir dia hanya seorang penggertak ‘bluffer’,” kata Agbonlahor bulan lalu.

“Saya pikir ketika dia mendapatkan bola, dia tidak membuat keputusan cepat untuk mengoper ke siapa pun. Saat dia melakukan triknya, itu memalukan dan dia harus menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *